Trio Papua, Awal Rekonsiliasi Ataukah Masalah Baru?

Giliran Patrich Wanggai Diam-diam Gabung Timnas

Usai sudah kunjungan FC Internazionale Milan di negeri kita pasca mengkandaskan tim nasional Indonesia dengan skor 4-2. Inter, yang bermain dengan kombinasi pemain inti dan primavera, memang terlalu tangguh bagi timnas kita. Meskipun terdapat pula secercah harapan dimana timnas masih mampu memberikan perlawanan dengan dua gol balasan. Kita pun masih bisa beralasan bahwa timnas kalah karena faktor fisik yang lebih inferior, yang nampak ketika para pemain timnas Indonesia keteteran setelah didera kelelahan.

Diluar hasil akhir, ada hal menarik yang bisa kita simak dari laga timnas tersebut. Trio Papua asal klub Papua yang berlaga di Indonesia Super League, nampak terselip diantara deretan pemain timnas yang berasal dari klub anggota Indonesian Premier League. Tercatat Patrich Wanggai (Persidafon), Titus Bonai (Persipura), dan Oktovianus Maniani (Persiram) menjadi bagian dari lini serang timnas. Keikutsertaan ketiga pemain tersebut bisa jadi memiliki implikasi positif maupun negatif, tergantung dari sudut pandang kedua kubu yang tengah berseteru, PSSI dan KPSI. Bagi PSSI, yang dipimpin Djohar Arifin, kehadiran trio Papua di tubuh timnas tentu menjadi awal yang baik bagi proses rekonsiliasi IPL dengan ISL yang tengah dirintis. Keberadaan pemain ISL yang membela timnas seolah membuktikan janji PSSI bahwa timnas Indonesia terbuka bagi pemain asal IPL maupun ISL. Hal ini juga seolah membuktikan pernyataan PSSI bahwa mereka mengakui keberadaan ISL sebagai kompetisi resmi.

Sedangkan dari sudut pandang KPSI dan PSSI-nya, yang dipimpin La Nyalla Matalitti, situasi ini harus disikapi secara cermat jika mereka tidak ingin mati langkah dan menggagalkan ambisi untuk diakui sebagai organisasi sepakbola yang resmi. Jika PSSI versi KPSI membiarkan trio Papua tersebut membela timnas Indonesia tanpa memberikan sanksi kepada ketiganya, secara tidak langsung mereka mengakui keberadaan PSSI, pimpinan Djohar, beserta timnas Indonesia. Sebaliknya, jika PSSI versi KPSI kemudian menjatuhkan sanksi pada trio Papua tersebut, kemungkinan terburuknya adalah Patrich, Tibo, dan Okto menolak sanksi dan bisa jadi hengkang ke IPL, seperti yang dilakukan penjaga gawang timnas Markus Haris Maulana dan bek timnas Diego Michiels. Apabila hal tersebut terjadi, sama saja ISL membiarkan pemain-pemain berbakatnya hengkang ke IPL yang bisa jadi menambah daya tarik IPL. Jadi, akankah situasi ini menjadi awal rekonsiliasi ataukah justru menjadi awal perseteruan baru?

 

Image courtesy bolalob.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s