Surat Terbuka Untuk Presiden SBY

Sebuah surat terbuka dari seorang warga negara bernama Muhammad Igfar yang isinya bisa jadi rintihan hati nurani kita semua selaku penduduk dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saat ini tengah dipimpin oleh Bapak Presiden Letjen (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono. Semoga beliau masih memiliki waktu untuk membaca isi hati rakyatnya. Untuk rekan-rekan pengunjung situs soccerbit.com yang memiliki akses jejaring sosial yang luas seperti blog (Blogspot, WordPress, Multiply) atau mikroblog (Twitter, Facebook) bisa me-repost artikel ini agar surat dari saudara Muhammad Igfar punya peluang lebih besar lagi untuk dibaca dan ‘didengar’ oleh para pejabat yang berwenang. Artikel ini bersumber dari motorbiru.wordpress.com, weblog milik saudara Muhammad Igfar.

Kepada Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia,
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono

Selamat pagi Pak, semoga Bapak dan keluarga selalu
dalam lindungan Allah SWT, begitu juga ratusan juta
rakyat Indonesia di luar sana, semoga mereka juga selalu
dalam lindungan Allah SWT. Mohon maaf jika saya
bertindak tidak sopan dengan mengirimkan surat yang
mungkin hanya berisikan keluhan saya sebagai rakyat
biasa kepada Bapak. Surat ini saya tulis dengan jujur
dari hati saya sendiri, bukan mewakili organisasi apapun.
Murni curahan hati saya.

Pak SBY yang terhormat, saya adalah pengguna jalan
raya yang telah menggunakan motor sejak 8 tahun yang
lalu. Alasan saya menggunakan sepeda motor tak lain
adalah untuk menghemat waktu dan uang. Namun, walau
saya menggunakan sepeda motor, sejak dulu saya
memimpikan bahwa negara ini, terutama Jakarta,
memiliki transportasi massal yang aman, nyaman dan
murah bagi rakyat seperti saya agar tak lagi berjibaku
dengan kemacetan setiap hari dan tak lagi tercekik
cicilan motor, perawatan kendaraan dan BBM.
Impian itu mulai ada titik terang ketika tiang tiang
monorail mulai dipasang, dan koridor 1 TransJakarta
mulai dibuka. Saya bahagia sekali saat itu, berharap,
semua transportasi itu perlahan akan menjangkau
pinggiran Jakarta seperti Bekasi, Depok, bahkan
Tangerang.

Namun apa yang terjadi kini Pak? Mimpi saya bersama
banyakanya warga Jakarta pupus sudah. Mungkin Bapak
bisa melihat sendiri. Pembangunan Monorail di hentikan.
Busway pun harus berbagi jalan dengan kendaraan
pribadi yang sudah tak lagi tertampung di jalan raya.
Apalagi keamanan dan kenyamanan TransJakarta.
Sepertinya kendaraan umum kebanggaan Jakarta ini
harus berbenah diri.

Kemacetan-pun semakin menggila Pak. Dengan sepeda
motor saja, setiap hari saya harus menempuh jarak
Pamulang – Senayan dalam 1,5 jam. Itu belum dengan
hujan dan lainnya. Tak terbayang, betapa
menyeramkannya lalu-lintas Jakarta sehabis hujan.
Seperti kemarin, sehabis hujan, waktu tempuh saya dari
Kebayoran Lama menuju Tebet adalah 2.5 jam!!
Padahal saya harus mengajar kursus komputer untuk
mendapatkan uang tambahan untuk menghidupi keluarga
saya. Hati saya menjerit, Pak! Begitu juga ribuan bahkan
ratusan ribu pengguna jalan lain. Saya hanya bisa
memandangi mobil mobil mewah yang dikawal
voorjider untuk membelah kemacetan. Yang mungkin
orang yang duduk di mobil mobil mewah itu adalah
bawahan Bapak. Dalam hati saya bertanya, apakah
orang-orang di dalam mobil mewah yang di kawal itu
merasakan siksaan macet seperti kami juga rakyat biasa?
Sedangkan mereka hanya duduk manis di dalam
mobilnya yang selalu disupiri dan dikawal oleh voorjider
agar bisa membelah kemacetan.

Menunggu dan menunggu solusi dari Pemerintah, namun
akhirnya hanya membangun fly over dan pelebaran
jalan. Yang dimana cuma akan menjadi lahan macet
baru. Lalu, kemana tranportasi massal-nya, Pak?
Kemana solusi bagi kami rakyat yang sudah muak
dengan kemacetan? Apakah kami akan terus terusan di
paksa untuk mencicil sepeda motor, Pak? Padahal uang
cicilan tersebut bisa di tabungkan untuk anak anak kami
di masa depan.

Saya yakin, Bapak SBY punya solusi cerdas untuk kami.
Solusi yang berpihak untuk seluruh pengguna jalan tanpa
melihat status. Solusi yang juga akan membuat waktu
kami menjadi berharga, bukan di habiskan untuk
bermacet-macet di jalan raya. Karena itulah sebagian
dari mimpi kami. Mimpi dari rakyat yang sudah lelah
dengan kemacetan yang semakin parah.

Demikian surat saya ini Pak. Mohon maaf sebesar-
besarnya jika ada kata-kata saya menyinggung perasaan
Bapak. Terimakasih banyak atas perhatian Bapak. Sukses
selalu untuk Bapak.

Hormat Saya,
Mohammad Igfar Pramarizki

Tembusan :
Dewan Pewakilan Rakyat Republik Indonesia
Kementrian Perhubungan
Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s