Ketika Uang (Tak) Berbicara: Messi & Buffon

Menjadi pesepakbola kelas dunia yang bermain di liga-liga di daratan Eropa seperti Lionel Messi, Gianluigi Buffon, Nicolas Burdisso, atau Antonio Di Natale tentunya mendatangkan limpahan dollar, poundsterling, dan euro yang luar biasa banyaknya. Namun tahukah anda jika gelimang uang tidak melulu menjadikan seorang pemain menjadi materialistis? Beberapa pemain menunjukkan jika uang bukanlah segalanya. Berikut ini pemain yang ternyata masih punya hati:

1. Lionel Messi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Messi kecil mengidap gangguan kelainan hormon yang membuat pertumbuhannya terhambat. Latar belakang keluarga Messi yang sederhana (seperti kebanyakan pesepakbola asal Amerika Latin) membuat Messi tidak sanggup menjalani pengobatan untuk mengobati kelainan (atau kekurangan) hormon ini. Barcelona yang kepincut dengan skill alami Messi memboyongnya ke Eropa untuk menjalani serangkaian pengobatan yang membuat Messi akhirnya sembuh dan mencapai tinggi badan 169 cm sampai saat ini.

10 Hal Menarik Tentang Lionel Messi

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa sebetulnya Internazionale Milan sempat menawari Messi kontrak yang lebih besar 1 juta euro dari tawaran Barcelona saat Messi masih berusia 17 tahun. Messi dan keluarganya akhirnya menolak tawaran tersebut demi menghargai jasa besar El Barca yang sudah mengobati Messi. Presiden Inter Massimo Moratti berujar “Itu penolakan yang mengecewakan, tapi sejujurnya saya bersyukur Messi menolak kami karena itu membuktikan bahwa masih ada pemain yang memiliki hati”

2. Gianluigi Buffon

Menjadi penjaga gawang nomor satu dunia sekaligus wakil kapten saat 2006 dengan membawa Italia menjadi juara dunia menjadikan Buffon komoditi panas ketika itu. Apalagi Juventus, yang juga menjadikan Buffon sebagai wakil kapten, dihukum degradasi ke Serie B akibat skandal calciopoli. Kondisi yang membuat Buffon semakin menjadi incaran klub-klub papan atas Eropa macam Manchester United, Bayern Muenchen, atau Arsenal. Namun Buffon menunjukkan bahwa masih ada pemain yang memiliki loyalitas dan kecintaan terhadap klub. Ketika pemain Bianconerri lain macam Lilian Thuram, Zlatan Ibrahimovic, Patrick Vieira, Gianluca Zambrotta, dan bahkan kapten Italia Fabio Cannavaro menyebrang ke klub lain, Buffon memilih untuk setia bersama Si Nyonya Besar melewati fase terburuk dari sejarah klub dengan raihan scudetto terbanyak tersebut. Bersama kapten Alessandro Del Piero, Buffon bahu-membahu dengan pemain lain yang masih setia pada Juve seperti Mauro Camoranesi, Jonathan Zebina, dan Giorgio Chiellini untuk mengembalikan Juve ke Serie A. Hasilnya Juve hanya semusim berada di Serie B, dan sebagai scudetto Juve langsung promosi ke Serie A musim berikutnya.

Sebagai buah dari kesetiaannya, Buffon menjadi salah satu pemain Juve dengan gaji tertinggi meskipun dua musim terakhir ia cukup lama berkutat dengan cedera. Rasanya itu cukup sepadan bagi pemain yang masih memiliki hati ditengah situasi dan orang-orang yang materialistis.

Masih ada cerita tentang cinta Nicolas Burdisso kepada anaknya dan rasa hormat Antonio Di Natale kepada Napoli yang membuatnya enggan hengkang ke Juventus. Penasaran? Simak terus Wordbola 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Ketika Uang (Tak) Berbicara: Messi & Buffon

  1. Pingback: Ketika Uang (Tak) Berbicara: Antonio Di Natale « wordbola

  2. Pingback: Ketika Uang (Tak) Berbicara: Nicolas Burdisso « wordbola

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s