Teknologi & Sepakbola: NikeSense Stud pada Nike Mercurial Superfly III

Sejak kemunculannya pada akhir abad 20 generasi Nike Mercurial dikenal memiliki grip dan traksi yang baik. Hal ini berkat pul/stud model traction yang membuat pul sepatu betul-betul menancap di tanah dan memberikan kaki cengkeraman yang mantap ke tanah. Dengan pul sepatu yang mencengkeram tanah dengan kokoh, kaki mendapat tumpuan yang kuat saat melakukan tolakan saat berlari, dan terutama saat berakselerasi.

 

Namun, Nike rupanya belum puas dengan ‘hanya’ traction stud. Nike nampaknya berupaya menggeser imej generasi Mercurial dari Speed menjadi Fast. Dari ‘sekedar’ sepatu sepakbola yang ringan (paling ringan pada masanya) menjadi sepatu yang bisa memudahkan pemain dalam berakselerasi. Konsep yang diusung Nike cukup menarik. Mereka menginginkan sepatu yang bisa membantu pemain meningkatkan kecepatan secara signifikan, bukan hanya berlari kencang, tapi berlari kencang dengan kecepatan yang meningkat dari posisi diam.

Untuk membantu pemain berakselerasi dibutuhkan pul yang mampu mencengkeram kuat kedalam tanah sehingga kaki mendapat tumpuan yang kokoh. Dengan tumpuan yang kokoh ini kaki mendapat daya tolak yang kuat saat mulai berlari sehingga memudahkan pemain untuk berakselerasi dan lebih cepat untuk berlari kencang. Kondisi tanah tentu saja ikut menentukan. Cengkeraman pul di tanah yang normal tentu berbeda dengan tanah yang lebih keras atau lebih lembek. Bahkan di satu lapangan yang sama, tekstur tanah dan rumputnya acap kali berbeda.

 

 

Dari ide itulah Nike kemudian mengembangkan sistem pul yang mampu beradaptasi sesuai dengan kondisi tanah. Sistem ini dinamakan NikeSense Stud. Nike mengaplikasikan dua buah pul bulat diantara konfigurasi traction stud, tepatnya dibagian depan kaki. Sistem ini dipadukan dengan sasis outsole dari serat karbon yang ringan dan kuat.

Pul berbentuk bulat ini akan memanjang sepanjang 3 mm sesuai dengan tekanan kaki dan kontur tanah. Jika kontur tanah lebih lunak atau kaki menekan lebih kuat, kedua pul bulat pada NikeSense Stud akan memanjang untuk mencengkeram tanah sehingga kaki tidak kehilangan grip dan traksi sekalipun kondisi tanah lebih lunak.

 

 

Teknologi ini pertama hadir pada Mercurial Superfly II, dan menjadikan Superfly II (dan III) few of the most expensive market football boots. Merasa teknologi NikeSense Stud ini cukup berhasil diaplikasikan pada Superfly II, Nike kembali menerapkannya di Superfly III. Untuk merasakan sensasi dari teknologi ini anda memang harus merogoh saku cukup dalam, karena Superfly III terbaru saat ini dijual dengan harga Rp. 4.470.000,-. Harga yang cukup untuk membeli sebuah smartphone terbaru 😀

Sumber dan image copyright pada Soccer Bible, ProDirectSoccer, dan Footy Boots

Advertisements

2 thoughts on “Teknologi & Sepakbola: NikeSense Stud pada Nike Mercurial Superfly III

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s